Tag Archives: marcel

Koleksi Mobilku

21 Sep

Ini dia koleksi “mobil”-nya Marcel…

Yang berhasil “ditemukan” dan “diselamatkan” dari koleksi mobil-mobilan Marcel yang selama ini berserak ada 144 buah. Seandainya digabung dengan yang ada di rumah Eyang Meruya, atau yang rusak (copot rodanya) dan nyelip entah di mana, mungkin bisa 200-an buah…..

Herannya, si Marcel hapal banget satu-persatu merek koleksi mobilnya….

Favoritnya adalah merek Jepang: Nissan Skyline, Mitsubishi Lancer Evo, Mazda RX8 dan Subaru Impreza. Brand Eropa favoritnya Ferrari. Untuk mobil Amrik, Marcel suka Ford Shelby dan Dodge.

Menurut Marcel, mobil itu keren atau engga dilihat dari velg-nya dan bodi belakang alias rear spoilernya. Gak heran, kalau saat milih mau beli mobil (mainan), Marcel bakal lamaaa banget merhatiin velg dan rear spoiler mobil itu.

Yang pasti kesukaan dia adalah sedan.

Pernah suatu ketika Eyangnya pergi keluar kota dan berniat beliin oleh-oleh Marcel mobil-mobilan. Eyangnya pikir koleksi mobil Marcel sedan semua, karena itu si Eyang kreatif beliin Marcel mobil-mobilan berbentuk SUV. Alhasil saat dikasih ke Marcel, reaksinya adem-ayem aja. Bahkan tuh mobil gak pernah dimainin dan sekarang entah di mana (maaf ya Yang… ).

Angel’s Smile

19 Jun

Marcel 6 bln

Yup. The most beautiful smile for me :)

Foto ini diambil saat gigi Marcel belum tumbuh. Dan, saat itu, Marcel sedang agak demam.

I love you Nak….

Kenangan yang Indah

19 Jun

Marcel & Mama

Ow..ow…menemukan foto lama ini di timbunan file-file yang berantakan di My Documents (dan sekaligus mengingatkan saya utk SEGERA membereskan file-file ini… )

Anyway, Mamamarcel sangat suka foto ini…

Cantik (Emaknya, maksudnya) dan Marcel-nya pun lucu dan genduuuut…

Foto ini diambil di Bandung, di restoran Bumbu Desa. Waktu itu kita ke Bandung dalam rangka liburan dan menginap di SwissHotel. Malamnya, ada pesta barbeque di roof top, dalam rangka ulangtahun EyangMeruya… (sayang engga ada fotonya pas makan malem).

Saat itu Marcel masih minum ASI. Jadi Mamamarcel ingat, setiap saat musti mompa ASI, krn Alhamdullilah, produksi ASI waktu itu agak berlebih… Hehe. Masa-masa menyusui lucu untuk dikenang. Kegiatan memompa ASI bisa dilakukan di mana aja, saat “keinginan untuk dipompa itu sudah tidak tertahankan”. Di mobil? Bisa. Di Mall? Bisa. Di manapun dan kapanpun :)

Balik lagi ke foto ini… Senangnyaaa menemukan kenangan indah dalam sepotong gambar dua dimensi….

Marcel’s Quick Updates

17 May

wajahnya mulai 'mbeling'

Sekarang Marcel udah 2 tahun 2 bulan.

Banyak hal baru yang “mencengangkan” seisi rumah.

1. Setiap masuk ke dalam rumah (setelah habis bepergian), Marcel selalu teriak dengan lantang “Assalamualaikuuuuum!”. Bahkan, kalau Marcel lagi di rumah; kemudian ada orang yang datang (Eyang/Mama/Ayahnya), Marcel duluan yang akan menyapa dengan Assalamualaikum… dan akan terus mengatakannya berulang-ulang, seandainya tidak segera dibalas salamnya :)

2. Mulai punya sifat iseng. Misalnya:  Marcel tahu kalau remote control gak boleh dipegang sembarangan. Maka, pas gak ada yang ngawasin, dia akan pegang remote control dan dengan sengaja lewat-lewat di depan Eyangnya dengan mata nakal… (minta ditegur gituh).

3. Sudah bisa marah. Waktu itu, mobil polisinya disembunyiin sama Eyang Uti, karena sama Marcel sebelumnya dibanting-banting. Marcel nangis dan Uti-nya pun ditinju-tinju. Malam itu, doi ngambek berat sama Uti-nya, sampai-sampai gak mau dicium :)

4. Peniru yang ulung. Tiba-tiba, dia pegang pulpen dan mau masukin pulpen itu ke telinganya! Pas ditegur, Marcel gak boleh ya, masukin pulpen ke telinga?? Jawabnya, lagi periksa telinga Marcel sakit ga? Ooh, rupanya ikut-ikutan Pak Dokter di film Elmo yang meriksa telinga Elmo yang lagi sakit! (di film tapi gak pakai pulpen, tentu saja).

5. Imaginasinya berkembang pesat. Marcel bisa tiba-tiba lari keluar-masuk kamar, sambil mencet-mencet dinding. Pas ditanya, Marcel lagi ngapain? Jawabnya, lagi naik lift!

My baby son is growing!!

Marcel Dua Tahun!!!

7 Mar

Marcelku sayang,

cintaku...Dua tahun yang lalu Marcel lahir ke dunia.
Marcel itu hadiah terindah buat Mama.
Sembilan bulan lebih Marcel dalam perut Mama. Waktu itu kebersamaan kita engga ada duanya.
Marcel suka menendang-nendang perut Mama. Kadang Mama merasa Marcel tuh berenang dan jungkir balik di dalam sana. Dan Mama suka tertawa kegelian.
Orang lain mungkin heran apa yang lucu dari itu semua…
Mereka engga tau ya, Nak… Itu rahasia kita berdua…

Ketika Marcel lahir, Mama sempat merasa kehilangan semua itu.
Mama merasa aneh, kok perut Mama jadi rata…
Mama merasa kehilangan kebersamaan itu, Nak.
Padahal Marcel kan ada di samping Mama ya? Tapi rasanya aneh sekali, biasanya ada yang menendang-nendang perut Mama, kok ini rasanya kosong?
Cuman ada perut dan Mama saja. Engga ada lagi Marcel di sana.

Maaf ya, sayang… Hormon Mama sempat “engga bener” setelah melahirkan.
Kata dokter, itu namanya baby blue syndrom.
Mama menggendong Marcel di tangan Mama, menyusui Marcel untuk pertama kalinya; perasaan Mama saat itu bahagia dan juga sedih, entah kenapa.
Mama lelah, murung dan menangis kalau ingat masa-masa Marcel dalam perut Mama. Masalahnya bukan di Marcel, tapi di Mama, Nak.

Alhamdullilah, perasaan murung yang aneh itu cepat hilang.
Mama pun sekarang tidak bisa membayangkan hidup tanpa Marcel.

Marcel itu ibarat garam dalam sayur yang Mama makan.
Marcel itu melodi riang saat hari-hari Mama suntuk dan melelahkan.
Marcel itu sinar terang, angin segar, wangi bunga, tetesan hujan, cahaya rembulan dan bintang-bintang di kehidupan Mama.
Marcel membawa begitu banyak kebahagiaan dan keriangan di kehidupan Mama, Ayah, Eyang Kakung, Eyang Uti, Eyang Kakung Meruya, Eyang Tatin, Oom Yan, Oom Adi.
Mama berharap Marcel tahu itu.

Saat Mama menatap dalam mata Marcel, Mama menemukan kasih sayang begitu manis dan tulus.
Saat Marcel bilang, Marcel sayang Mama, Mama tahu bahwa itu benar.
Saat Marcel cium pipi Mama, dan bilang selamat bobo.
Saat Marcel kadang dengan nakal mengecup bibir Mama, hanya untuk tahu apa reaksi Mama.. atau saat kita lagi main “ketiban pipi”; ini permainan punya kita berdua ya :)
Saat Marcel dengan manja minta dipeluk, dicium, digendong.
Saat Marcel mengusap-ngusapkan kepala Marcel di dada Mama dan berharap Mama menciumi Marcel.
Di saat-saat itu, Marcel memandang Mama dengan kilauan mata penuh cinta, seakan-akan Mama adalah orang yang paling penting di dunia.
Mama bangga, Nak….

Mama senang lihat Marcel tersenyum. Senyum Marcel manis. Mata Marcel berbinar-binar dengan bulu mata melengkung yang membuat Mama cemburu.
Kerlingan mata Marcel sexy. Rambut Marcel bergelombang dengan poni berjambul yang menjuntai-juntai.
Mama suka melihat mulut Marcel yang kecil mungil. Yang kadang sengaja Marcel monyong-monyongin hanya untuk mendapatkan komentar dari Mama.
Mama suka dengan gigi Marcel yang udah tumbuh semua, terutama dua gigi depan Marcel yang kalau Marcel senyum suka menyembul lucu.
Semua itu mengagumkan, menggemaskan dan membuat Mama tergila-gila.
Hati Mama hanya untuk Marcel.
Mama rela melakukan apa aja untuk Marcel.

Dalam dua tahun kehidupan Marcel, Marcel udah belajar banyak.

jantung hatiku...Marcel senang belajar. Kadang Mama masih sering terkagum-kagum dengan kemampuan Marcel menangkap hal baru, mengerti apa yang dibicarakan orang dewasa dan mampu melakukan apa yang diminta.
Marcel banyak bertanya soal mobil, soal matahari dan bulan. Soal masjid dan adzan. Soal mengapa Mama kerja, mengapa Ayah belum pulang.
Marcel mendengarkan dengan seksama saat dijelaskan. Terkadang Marcel seakan-akan tidak mendengarkan saat dijelaskan. Padahal Marcel sebenarnya menyimak apa yang sedang dijelaskan dan lain waktu Marcel bisa mengulanginya dengan benar dengan gaya Marcel sendiri.
Marcel cepat berjalan. Berlari. Berjalan mundur. Melompat. Memanjat. Membungkuk. Sujud.
Marcel cepat bicara. Cepat bernyanyi dan menirukan apa yang dikatakan orang dewasa. Mama bangga dengan Marcel.
Mama suka saat kita bercumbu di kasur. Berguling-guling. Merangkak. Tindih-tindihan. Saling menggelitik. Pelukan. Dan saat Marcel bobo di dada Mama.
Mama suka saat Marcel memanggil: “Mamah…” dengan penuh cinta, kelembutan, dan lirih.

Marcel sayangku…
Marcel itu anak yang penuh semangat, pemberani, juga sensitif.
Marcel engga suka kekerasan dan suara keras. Marcel suka disayang dan dimanja. Tapi Marcel juga anak yang mandiri.
Marcel anak yang mengagumkan…. anak kecil yang mempesona dengan pribadi yang menyenangkan.

Semoga Marcel panjang umur, diberi kesehatan, jadi anak sholeh yang berbakti pada orangtua dan eyang2nya, bernasib baik, dikasih rezeki yang halal, jadi orang terhormat, dan selalu dilindungi dan dikasihi Allah SWT di mana pun Marcel berada. Amin.

Mama sayang Marcel.
Selamat Ulang Tahun Kedua ya…

Selalu Ada yang Baru

28 Feb

Pas bangun tidur tadi pagi, Marcel tiba-tiba bilang:
“Apa kabar Mama?”
“Apa kabar Ayah?”
“Apa kabar bantal?”
“Apa kabar rambut?”

Trus, pas abis dimandiin dan lagi dihandukin, Marcel bilang:
“Pakein baju dong… ” (soalnya Mamamarcel uwat-uwet makein bajunya)
Juga kalau Mamamarcel lagi baca koran (dan dia setengah dicuekin), Marcel bilang:
“Jangan baca koran dong… “
Atau
“Jangan nonton tivi dong… “

Selalu ada yang baru ya…. :)

Kangen

22 Feb

Suatu sore, menjelang Magrib.
Marcel tiduran tengkurap di lantai.
Pipi menempel di lengan kirinya.
Tangan kanan memegang mobil-mobilan polisi.
Kaki-kaki kecilnya mengetuk-ngetuk lantai.
Mulutnya manyun.
Matanya sendu.
Tidak responsif.
Diajak bicara diam saja.
Semua orang di rumah diacuhin.

Suddenly…
Terdengar raungan suara mesin Diesel.
Suara pintu mobil ditutup.
Alarm mobil berbunyi “tiut”.

Di saat yang bersamaan…
Marcel bangkit dari posisi uenaknya.
Lari ke ruang tamu.
Mukanya riang.
Senyumnya lebar.
Matanya berbinar.

“Mamaaaaaaaaaa!”

Kalau Marcel sakit

30 May

si gantengku...

Semua heboh!!!

Eyang2nya.

Ayah dan Mamanya.

Si mbaknya.

Udah tiga hari ini, sejak Sabtu 18 Mei 2008 lalu, Marcel sakit.
Padahal rencananya, Sabtu pagi mau berangkat ke Meruya, mumpung long weekend.
Tapi abis sarapan, badan Marcel anget.
Hari Minggu juga masih anget.
Senin udah gak anget.
Tapi, “pup”-nya agak berlebih.
Masa bisa sampai 4x sehari, dengan porsi yang banyaaaak…dan bau.

Senin sore kita ke dokter, (ternyata RS Hermina udah redesign jadi baru lho… gak penting banget infonya),
dan dokter bilang, Marcel kena infeksi saluran pencernaan.
Penyebabnya adl bakteri.
Mungkin, pas hari Jumat dia kan main2 air di kolam ikan dan bulus (kura-kura).
Nah, pas main itulah, ada air nyiprat ke wajahnya or jangan2 ketelen sama dia (hiii…)
Jadilah, dia diare dan anget badannya.

Eyangutimarcel sempet syok.
Secara dia kan yg selama ini paling bawel soal kebersihan.
Sampai saat ini pun, semua botol susu dan peralatan makan Marcel selalu direbus dan disteril.
Eh, ya, kok bisa gara2 lubus (baca: bulus alias kura-kura) jelek itu, perut Marcel dihinggapi bakteri jahat.

Sempat terjadi debat dengan Yanuaroommarcel, si pemilik lubus.
Dia gak mau lubusnya direlokasi (baca: dibuang ke kali).
Walaupun dia gak pernah (jarang buanget) ngerawat lubusnya, tapi sepertinya dia gak tega buat buang anak2 tirinya itu,
Mungkin ada semacam ikatan emosi dan historikal antara Yanuar dan bulus2nya. Hihi.

Akhirnya, Eyangkungmarcel mengambil win-win solution.
Para kura-kura purba itu dibikinin kolam baru yang letaknya nyempil, biar gak bisa diubek2 Marcel.
Sementara kolam eks-rumah mereka, diisi kerikil2 yg udah dicuci.

Begitulah.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.