Marcelku sayang,
Dua tahun yang lalu Marcel lahir ke dunia.
Marcel itu hadiah terindah buat Mama.
Sembilan bulan lebih Marcel dalam perut Mama. Waktu itu kebersamaan kita engga ada duanya.
Marcel suka menendang-nendang perut Mama. Kadang Mama merasa Marcel tuh berenang dan jungkir balik di dalam sana. Dan Mama suka tertawa kegelian.
Orang lain mungkin heran apa yang lucu dari itu semua…
Mereka engga tau ya, Nak… Itu rahasia kita berdua…
Ketika Marcel lahir, Mama sempat merasa kehilangan semua itu.
Mama merasa aneh, kok perut Mama jadi rata…
Mama merasa kehilangan kebersamaan itu, Nak.
Padahal Marcel kan ada di samping Mama ya? Tapi rasanya aneh sekali, biasanya ada yang menendang-nendang perut Mama, kok ini rasanya kosong?
Cuman ada perut dan Mama saja. Engga ada lagi Marcel di sana.
Maaf ya, sayang… Hormon Mama sempat “engga bener” setelah melahirkan.
Kata dokter, itu namanya baby blue syndrom.
Mama menggendong Marcel di tangan Mama, menyusui Marcel untuk pertama kalinya; perasaan Mama saat itu bahagia dan juga sedih, entah kenapa.
Mama lelah, murung dan menangis kalau ingat masa-masa Marcel dalam perut Mama. Masalahnya bukan di Marcel, tapi di Mama, Nak.
Alhamdullilah, perasaan murung yang aneh itu cepat hilang.
Mama pun sekarang tidak bisa membayangkan hidup tanpa Marcel.
Marcel itu ibarat garam dalam sayur yang Mama makan.
Marcel itu melodi riang saat hari-hari Mama suntuk dan melelahkan.
Marcel itu sinar terang, angin segar, wangi bunga, tetesan hujan, cahaya rembulan dan bintang-bintang di kehidupan Mama.
Marcel membawa begitu banyak kebahagiaan dan keriangan di kehidupan Mama, Ayah, Eyang Kakung, Eyang Uti, Eyang Kakung Meruya, Eyang Tatin, Oom Yan, Oom Adi.
Mama berharap Marcel tahu itu.
Saat Mama menatap dalam mata Marcel, Mama menemukan kasih sayang begitu manis dan tulus.
Saat Marcel bilang, Marcel sayang Mama, Mama tahu bahwa itu benar.
Saat Marcel cium pipi Mama, dan bilang selamat bobo.
Saat Marcel kadang dengan nakal mengecup bibir Mama, hanya untuk tahu apa reaksi Mama.. atau saat kita lagi main “ketiban pipi”; ini permainan punya kita berdua ya 
Saat Marcel dengan manja minta dipeluk, dicium, digendong.
Saat Marcel mengusap-ngusapkan kepala Marcel di dada Mama dan berharap Mama menciumi Marcel.
Di saat-saat itu, Marcel memandang Mama dengan kilauan mata penuh cinta, seakan-akan Mama adalah orang yang paling penting di dunia.
Mama bangga, Nak….
Mama senang lihat Marcel tersenyum. Senyum Marcel manis. Mata Marcel berbinar-binar dengan bulu mata melengkung yang membuat Mama cemburu.
Kerlingan mata Marcel sexy. Rambut Marcel bergelombang dengan poni berjambul yang menjuntai-juntai.
Mama suka melihat mulut Marcel yang kecil mungil. Yang kadang sengaja Marcel monyong-monyongin hanya untuk mendapatkan komentar dari Mama.
Mama suka dengan gigi Marcel yang udah tumbuh semua, terutama dua gigi depan Marcel yang kalau Marcel senyum suka menyembul lucu.
Semua itu mengagumkan, menggemaskan dan membuat Mama tergila-gila.
Hati Mama hanya untuk Marcel.
Mama rela melakukan apa aja untuk Marcel.
Dalam dua tahun kehidupan Marcel, Marcel udah belajar banyak.
Marcel senang belajar. Kadang Mama masih sering terkagum-kagum dengan kemampuan Marcel menangkap hal baru, mengerti apa yang dibicarakan orang dewasa dan mampu melakukan apa yang diminta.
Marcel banyak bertanya soal mobil, soal matahari dan bulan. Soal masjid dan adzan. Soal mengapa Mama kerja, mengapa Ayah belum pulang.
Marcel mendengarkan dengan seksama saat dijelaskan. Terkadang Marcel seakan-akan tidak mendengarkan saat dijelaskan. Padahal Marcel sebenarnya menyimak apa yang sedang dijelaskan dan lain waktu Marcel bisa mengulanginya dengan benar dengan gaya Marcel sendiri.
Marcel cepat berjalan. Berlari. Berjalan mundur. Melompat. Memanjat. Membungkuk. Sujud.
Marcel cepat bicara. Cepat bernyanyi dan menirukan apa yang dikatakan orang dewasa. Mama bangga dengan Marcel.
Mama suka saat kita bercumbu di kasur. Berguling-guling. Merangkak. Tindih-tindihan. Saling menggelitik. Pelukan. Dan saat Marcel bobo di dada Mama.
Mama suka saat Marcel memanggil: “Mamah…” dengan penuh cinta, kelembutan, dan lirih.
Marcel sayangku…
Marcel itu anak yang penuh semangat, pemberani, juga sensitif.
Marcel engga suka kekerasan dan suara keras. Marcel suka disayang dan dimanja. Tapi Marcel juga anak yang mandiri.
Marcel anak yang mengagumkan…. anak kecil yang mempesona dengan pribadi yang menyenangkan.
Semoga Marcel panjang umur, diberi kesehatan, jadi anak sholeh yang berbakti pada orangtua dan eyang2nya, bernasib baik, dikasih rezeki yang halal, jadi orang terhormat, dan selalu dilindungi dan dikasihi Allah SWT di mana pun Marcel berada. Amin.
Mama sayang Marcel.
Selamat Ulang Tahun Kedua ya…
Recent Comments