Awalnya sempet males nonton film ini. Kayaknya kok cuman just another teen movies.
Sampai suatu ketika, Mamamarcel kehabisan tontonan dan “terpaksa” nonton film ini.
Ternyata, “Wow, it is really a great movie!”.
Lucu, menyentuh (ada beberapa adegan dan percakapan yg membuat saya menitikkan air mata di film kedua) dan romantis – dengan gayanya sendiri. Maksudnya, bukan romantis yang… ehmm, bosenin dan vulgar… tapiii cute dan nice. Dialognya pun seperti percakapan sehari-hari. Gamblang sekaligus penuh kata-kata manis.
Mamamarcel suka banget film ini, baik film pertama dan keduanya. Sebenarnya Mamamarcel belum baca bukunya. Tapi kok, kayaknya jadi males ya, baca bukunya… secara filmnya keren. Takutnya (***ngapain jugaa takut), bukunya tidak sesuai penggambaran di film-nya (loooh, kok terbalik ya?
).
Soalnya begini…
Pengalaman Mamamarcel, kalau bukunya bagus, filmnya jadi tidak sesuai imaginasi. Contohnya, “P.S. I Love You”. Bukunya baguuuus banget, sampai berderai-derai air mata membacanya, tapi filmnya jauh di bawah standard (menurut sayaaaaa…. ). Sebaliknya juga begitu. Kalau udah keduluan nonton filmnya, pas baca bukunya jadi sebel, karena kebanyakan kan, film dibuat untuk memanjakan penonton akan ending yg bahagia tuh… sementara bukunya belum tentu begitu… jadi pas baca bukunya jadi “gondok”: kok gak happy ending sih? Contohnya saja: “The Nanny Diaries”, yg filmnya baguuus, tapi bukunya jadi kurang OK, krn endingnya tidak seindah filmnya
Anyway, back to these “pants movies”, I recommend you to watch all of them… Ada rasa manis di hati setelah menontonnya





Recent Comments