Disclaimer: jangan coba-coba baca kalau kamu masih di bawah 18 tahun.
Di suatu siang yang panas. Karena malas keluar kantor, plus sense of crisis lagi tinggi (alias malas makan yang pake bayar.. hehe), saya dan teman-teman kantor makan siang di lantai 5. Oh, ya.. sekedar info yang gak terlalu penting: lantai 5 adalah lantai yang isinya ruang makan di kantor lama saya. Dengan 2 pilihan menu A atau B. Kita antri mengambil makanan dengan membawa tray. Biasanya isinya 1 lauk utama (daging/ayam/ikan/telur), 2 lauk pendamping (tempe, tahu, bakwan, rempeyek, etc), sayur, buah dan kerupuk. Kalau lagi mujur dan kedapetan katering yg baik hati ya, bisa dpt pudding or ice cream… (tapi lebih sering gak mujurnya)
Nah, intinya, siang itu, kita berempat, ibu-ibu semua, makan bareng sambil ngobrolin apa aja yang bisa diobrolin buat ngademin siang yang terik itu. Topiknya berubah-ubah. Mulai dari ngomongin kerjaan, duit yang lenyap di saham, penyesalan karena gak beli emas batangan sejak dulu-dulu, SBY, sampe ke urusan rumah tangga, tentu saja.
Gak tau kenapa, topik pembicaraan jadi super hot, karena kita bicarain soal pengalaman “malam pertama”. Huehehe.
Kalau di-summary, inti pembicaraan kita adalah:
1. Jangan percaya apa kata majalah! Kata Kosmo, begini… begini… begitu… begitu… Hahaha. Semuanya teori belaka. Karena kenyataannya tidak selalu seindah dan semudah yang dibayangkan.
2. Setiap orang berbeda. Ada yg langsung “gol” saat pertama kali. Ada yg butuh waktu berbulan-bulan. Jadi jangan kecil hati, kalau Anda masih belum bisa juga sampe sekarang. Ummm… you know what I mean, toh?
3. Practice makes perfect. Itu benar sekali.
4. Sepakat bahwa tanggung jawab mengontrol kehamilan adalah tugas suami dan istri. Jadi no way untuk memasukkan dan mencangkokkan segala benda asing ke tubuh perempuan (pil, suntik, spiral). Pakai “K” adalah yang paling aman. Kalau rajin sih, ditambah dengan hitungan kalendar. Well, just our personal opinion…
5. Jangan coba-coba gerakan yang ekstrem, kalau tidak yakin dengan kemampuan diri sendiri dan pasangan tentu saja. Jangan sampai seperti teman saya yang musti kencan dengan tukang urut karena urat ketarik. Hihihi.
6. Terakhir. Ini paling konyol, jadi jangan sampai terjadi dengan Anda. Beberapa orang mungkin punya alergi tersembunyi dengan jenis karet dr si “K”. Jadi kalau gak yakin dengan diri sendiri, jangan coba-coba melakukan “O__L”, apalagi dengan merek ”K” yang beda-beda. Seperti cerita seorang teman, sebut saja si Q, yg pada saat honeymoon, ceritanya pengen kasih “service” lebih buat suaminya. Berbekal beraneka merek, jenis dan rasa ”K”, dengan semangatnya dia lakukan “O__L”. Sialnya, keesokan harinya, mulut si Q bengkak + gatal-gatal, karena alergi dengan KARET. Hahaha. Cuti terpaksa diambil lebih lama, karena maluuuu, bo!!!








Recent Comments