
Hari kedua diawali dengan keyakinan bahwa hari ini bakal panjaaaaang…
Pagi-pagi, nasi tim untuk Marcel yang dimasak menggunakan slow cooker udah matang. Hmmm, aroma harumnya memenuhi seluruh kamar.
Ayah & Mamamarcel cuman makan roti dan ngemil anggur pagi ini. Soalnya kita pesen kamarnya engga include breakfast, biar irit.. hehe.
Juga, karena kita udah rencana di siang hari nanti mau makan besar di tempat yang enak (daripada makanan buffet hotel yang mahal dan biasa aja rasanya… **ngeles mode on**).
Perjalanan pagi ini diawali dengan mampir ke Mustapha Center untuk beli stroller atau tepatnya buggy buat Marcel. Dengan harga sekitar Rp 400 ribu, udah dapat buggy keren warna merah.
Awalnya, Marcel gak mau disuruh duduk dalam buggy. Tapi, begitu dia ngerasain enaknya duduk di situ, dia gak mau lagi disuruh jalan…
Jadi jangan heran kalau kebanyakan foto Marcel saat di Singapura ini, posenya doi duduk di dalam buggy.
Setelah dari Mustapha, rombongan keluarga kecil ini bergerak menuju stasiun MRT Ferrer Park, yang letaknya selemparan eh, salah, lima lemparan batu dari Mustapha Center.
Jauh amat juga engga, tapi gak bisa dibilang deket (untungnya, Marcel udah duduk manis di buggy).
Perjalanan kita di S’pore emang banyak menggunakan MRT dan kalau capek, ya naik taxi.
Diitung-itung sih, sebenarnya taxi di sana juga gak mahal-mahal amat. Tapi pengalaman naik MRT buat Marcel sangat menyenangkan.
Dari stasiun Ferrer Park, tujuan kita menuju kawasan Marina Bay, buat foto di depan Merlion, and then ke Suntec Mal buat makan besar.
Pas naik MRT, kita salah turun di Marina Bay (harusnya City Hall). Hehe, padahal sebelumnya kita ditanyain oleh serombongan bule, yang menanyakan apakah di sekitar situ ada pertokoan. Dan kita dengan pede jawab: iya.
Padahal kita pun akhirnya tersesat kayak mereka.
Balik lah lagi kita naik MRT. Rupanya Marina Bay merupakan pemberhentian terakhir sekaligus stasiun awal dari MRT. Jadi pas kita masuk kereta, gerbongnya masih kosooong, dan kita bebas milih duduk di mana aja.
Tapi sekali lagi, namanya juga Singapura adalah negara mini. Sejauh-jauhnya pergi naik MRT, ya cuman “mak nyuk” gitu aja, tau-tau udah nyampe.
Lebih lama perjalanan dari rumah ke Sunter buat ngantor deh
Turun di City Hall, kita jalan lewat bawah tanah menyusuri pertokoan menuju ke Merlion (awalnya). But, berhubung perut udah keroncongan, Mamamarcel akhirnya membujuk Ayah buat langsung aja makan di Suntec Mall.
Akhirnya kita balik arah, langsung ke Suntec Mall.
Eitts, tapi kita (saya tepatnya) sempat mampir juga ke Charles & Keith beli sepatu baru.
O, ya, belum cerita, kalau sejak salah turun di stasiun Marina Bay tadi, Marcel bobo di buggy-nya. Kekeke.
Sampailah kita di Suntec Mall, buat nyari tempat makan yang kita incar dari Jakarta: Kuishin-Bo, all you can eat Japanese buffet. Iya, emang dari Jakarta, kita udah rencana makan besar di sini.
Awalnya, Mamamarcel yang ngomporin Ayahmarcel buat makan sushi, tempura, teppanyaki, robatayaki, aneka ragam seafood, salad, cake, dessert dan ice cream sepuaaaaaaasnya.
Mamamarcel dulu waktu training pernah diajakin makan di sini. Sejak saat itu, Mamamarcel langsung bertekad kalau ke Singapura lagi mau ajakin Ayahmarcel makan di sini.
Di Kuishin-Bo, harganya lumayan mahal, kalau di-kurs sekitar Rp 250 ribu per orang. Tapi kalau makannya gak lewat dari 1 jam, bisa dapat diskon (musti makan semua dengan ngebut gituh).
Kita sih makan nyantai-nyantai aja. Soalnya mau ngicipin semua makanan yang ada, plus nyuapin Marcel makan siang.
Ayahmarcel yang kemaruk, langsung mengalami over dosis sushi. Hahaha.
Marcel makan siang dengan nasi tim ditemani sup ayam ginseng (biar staminanya kuat, hehe).
Mamamarcel mengambil aneka sushi, rasa buah-buahan: ada mangga, apokat, jeruk, etc. Lucu ya, rasa sushinya. Gak ketinggalan salmon bakar, tempura, dan juga aneka seafood grill.
Makan siang Marcel disisain buat makan malam. Mamamarcel masih sempat – sambil celingak-celinguk takut ketangkep kamera CCTV, hehe – mbungkusin sup ayam ginseng itu ke dalam lunch box Marcel (walau sempat dimarahin sama Ayahmarcel — katanya bikin malu aja).
Tapi kita kan udah emak-emak, jadi gak tau malu gitu loh, hehehe.
Setelah dari Kuishin-Bo, kita jalan-jalan ke Toys R Us dan seputaran Suntec Mall.
Kemudian kita naik taxi ke Sentosa. Kali ini Ayahmarcel yang ngotot pergi ke sana, buat nonton Song of the Sea – pertunjukkan musikal menggunakan laser dan air – yang kata dia keren banget.
Naik taxi ke Sentosa juga gak lama (di Singapura mah ke mana-mana deket). Sopir taxinya sok tahu. Sentosa kan resort dengan banyak point of interest. Di dalam sana ada bis-bis yang menghubungkan satu tempat ke tempat lain.
Nah, si sopir itu dengan pedenya nganterin kita ke Water World – semacam Sea World gitu. Ugh, yang budek tuh sopirnya atau bahasa Inggris kita yang belepotan ![]()
Karena salah turun tempat, kita naik bis sekalian aja keliling Sentosa.
Akhirnya malah nemuin stasiun kereta yang menghubungkan lokasi Song of the Sea dengan Vivo Mall! (ternyata bisa langsung ke Song of the Sea dari Vivo Mall, dengan naik kereta!)
Di stasiun ini, kita juga malah nemuin Merlion Kecil. Lumayan lah buat objek foto secara tadi siang gak jadi ke patung Merlion yang besar ![]()
Kita pun menuju ke lokasi Song of the Sea.
Ternyata show-nya baru dimulai pukul 7 malam. Padahal saat itu baru jam 3 sore. Waaaaa, menyebalkan. Mau pulang nanggung. Mau stay di situ juga ngapain? Kasian si Marcel juga kalau engga istirahat.
Akhirnya di tengah kebingungan, kita duduk-duduk di teras dekat Coffee Bean. Kebetulan hari hujan, jadi ya, dipaksain pulang juga males. Apalagi jarang ada taxi yang mangkal di situ.
Daripada bengong, Mamamarcel pun nyuapin Marcel untuk makan sore. Karena cuaca hujan dan agak dingin, Marcel sepertinya lapar, makanya makannya pun lahap.
Setelah makan, doi pun sempat-sempatnya pup (maaf). Heee, sibuklah Mamamarcel dan Ayahmarcel berjibaku gantiin diapernya.
Ada sih ruang untuk menyusui dan mengganti popok. Tapi gak ada shower-nya. Jadi Marcelpun kita basuh di wastafel. Hihi.
Setelah acara bersih-bersih beres, kita memutuskan tetap beli tiket dan naik kereta ke Vivo City, buat membunuh waktu.
Kereta rute Vivo City – Sentosa itu lumayan lucu loh. Melewati atas laut dengan pemandangan ke pelabuhan.
Sesampai di Vivo City, kita leyeh-leyeh dulu nemenin Marcel mimik susu. Setelah itu, kita window shopping. Sempat beliin jaket keren buat Marcel (buat nonton Song of the Sea nanti malam).
Oh, ya, setelah minum susu tadi, Marcel udah bobo lagi di buggy-nya. Kita kemudian jalan-jalan menyusurin taman terbuka yang terletak di atas Vivo City.

Lumayan menyenangkan pemandangan di sini. Banyak tanaman, kolam-kolam dan view ke laut + kapal-kapal pesiar yang lagi berlabuh.
Tamannya ditata minimalis gaya Jepang. Dengan kolam dangkal berisi pasir-pasir lembut, jalan setapak dari kayu, etc. Orang Singapura emang jago membuat segala hal yang artificial.
Hujan pun turun lagi rintik-rintik. Karena lapar, kita makan lagi di food court. Di sini lah Mamamarcel terpincut dengan Kaya Toast ala Singapura di kios roti Toast Box. Roti tawar yang tebal dipanggang hingga agak renyah dan di dalamnya dilapisi mentega gurih, plus gula pasir. Hmmm….
Sebenarnya, roti model gini, kita pun sering bikin di rumah. Tapi entah kenapa, yang Mamamarcel makan saat itu kok lezat banget ya? (mungkin karena lapar?)
Habis makan roti, kita pun nyeruput teh susu yang panas… Hmmmm.
Setelah makan selesai (dan beli lagi take away buat di hotel), kita balik lagi ke Sentosa. Marcel udah giras karena bangun tidur dan seneng banget punya jaket baru.

Kita naik kereta lagi ke Sentosa. Saat itu menjelang senja, suasananya indah sekali… langit bewarna lembayung, kilau air laut yang keemasan terkena sinar matahari sore, semuanya so beautiful dan meninggalkan kesan indah di hati kita

Sampai di Sentosa, pas banget menjelang pertunjukan Song of the Sea dimulai. Kita pun buru-buru cari bangku dengan view terbaik.
Karena bawa buggy, kita pilih di baris terakhir tapi masih di tengah.
Suasananya ramai, apalagi hujan sempat turun di tengah acara. Untung Mamamarcel selalu bawa payung
Marcel seneng banget nonton show ini. Karena segala hal yang disukainya ada di sini: air mancur, kembang api, musik dan ikan yang bisa bernyanyi.
Sayangnya, kamera kita pas low bat, jadi gak bisa foto-foto

Selesai show, kita beli merchandisenya Song of the Sea: boneka Oscar, payung warna orange yang lucu dan bus Sentosa yang katanya memenangi award sebagai best toy merchandise of the year dari US sana.
Sebelnya, si kasir salah hitung, dia pikir gua beli juga tuh tempelan kulkasnya, makanya di struk kok mahal ya? (tapi nyadarnya baru di hotel). Plus, saya beli baterei yang platinum yang harga satuannya tiga puluh ribu (kalau di-kurs)!
Pulang ke hotel, perjalanan yang panjang juga. Pindah dari satu kereta ke kereta lain. Sentosa – Vivo City – MRT ke Little India.
Ternyata dari hotel kita – Park Royale on Kitchener Road – itu lebih deket ke stasiun Little India daripada ke Ferrer Park.
Suasana di sekitar Little India juga penuh dengan keriaan gitu. Restoran masih buka dan ramai pengunjung.
Kita sampai hotel sekitar jam 10 malam! (kebayang kan, betapa capeknya Marcel?
)
Sampai hotel, Ayahmarcel langsung didaulat beli makan malam, sementara Mamamarcel ngurusin Marcel: gantiin baju, diapers, dan bikinin susu.
Ayahmarcel datang dengan Nasi Ayam Hainan ala warteg. Soalnya murah dan porsinya banyak. Hehe.
Total jenderal, kita semua bobo jam 11-an malam, setelah sebelumnya makan nasi hainan yang porsinya gedhe itu + roti dari Kaya Toast tadi sore.
Ups, tapi Mamamarcel gak bisa langsung bobo, karena beresin koper buat check out esok hari.
What a long lovely day!





Recent Comments