Begini ceritanya…
DAY 1
Berangkat naik Lion Air penerbangan sore (biar Marcel bisa makan siang dulu).
Awalnya mau naik Air Asia ke Batam, lalu melanjutkan perjalanan ke Singapura naik Penguin Ferry.
Tapi belakangan cuaca engga bersahabat dan angin lagi kencang2-nya.
Daripada was-was, akhirnya mendekati hari H, kita beli tiket Lion Air.
Ada untungnya pergi membawa bayi – bawaan kita tidak terlalu diperiksa oleh imigrasi.
Saat menunggu boarding pun, Marcel masih bisa makan nasi tim-nya.
Karena pesawat murah, di pesawat pun tidak dapat makanan dan minuman, even secuil permen pun.
Untung, Mamamarcel bawa camilan 
Terbang dengan Lion Air juga kurang nyaman. Jarak antar kursi sangat sempit. Mungkin dipaksain, supaya dalam satu pesawat bisa muat banyak kursi.
Cuaca buruk saat berangkat. Hujan deras mengguyur Jakarta.
Di saat yang bersamaan, EyangKung dan EyangUti yang mengantar ke Bandara rupanya jalan-jalan ke Tajur!
Hmm, bikin sirik, soalnya katanya tempatnya enak… hujan rintik2 dan EyangKung nungguin EyangUti belanja, sambil nyeruput kopi.
Balik lagi ke pesawat, Marcel bobo awalnya. Tapi, ya itu, gara-gara kursinya sempit, akhirnya Marcel kebangun dan gak bobo lagi sampai di Singapura.
Sampe Singapura sekitar jam 3-an sore.
Kita cari makan dulu di area Changi. Karena emang tujuan wisata kali ini adalah jalan-jalan tanpa rush. Jadi semuanya serba alon-alon waton kelakon 
Ayah dan Mamamarcel makan set nasi Hainan. Uenak tenan, tapi berhubung di airport, harganya pun berlipet-lipet. Engga ketinggalan, si Marcel pun kita kasih cemilan kue mantau
Setelah makan, kita naik taxi ke hotel.
Kita menginap di Park Royale Hotel on Kitchener Road. Letaknya di dekat Little India. Daerah sub-urban yang unik dan meriah!
Kalau pengen dapat suasana Singapura yang berbeda, ya di sini adalah daerah yang tepat.
Hotel ini letaknya sangat dekat dengan Mustapha Center, pusat perbelanjaan yang buka 24 jam.
Awalnya kita emang sempat googling dan bingung nentuin mau nginep di daerah mana. Pilihannya antara daerah Orchard, Marina, Bugis or yang deket dengan Mustapha Centre.
Pilihan daerah Bugis langsung dicoret dari daftar, karena hotel yang kita pengen sudah fully booked.
Daerah Marina juga begitu, karena sebelumnya kita pernah ke Singapura dan menginap di Marina Mandarin. Pengennya kan dapat pengalaman yang berbeda.
Antara Orchard dan dekat Little India, akhirnya kita pilih Park Royale yang terletak di dekat Mustapha Center ini.
Pertimbangannya, siang sampai sore hari kita pasti akan keliling Singapura, dan kalau malam mau belanja, dekat dengan Hotel (bisa jalan sendirian, sementara yang satu nungguin Marcel bobo di kamar).
Soalnya pernah punya pengalaman belanja di Mustapha Center sampe malam, susah banget cari taxinya (rebutan). Dan sebenarnya susahnya cari taxi malam-malam di Singapura gak hanya dari daerah Mustapha, tapi juga dari semua lokasi.
Kebanyakan penduduk sana sih, order by phone. Tapi ya itulah, berhubung kite-kite gak tau caranya (order by phone), terpaksa musti ngantri yang panjaaaang.
Back to Hotel. Sesampainya di sana, kita cukup puas dengan kamarnya. Full carpet dan kamar mandinya pun cukup nice. Modern, bersih dan desainnya ke arah simplicity.
Sore hari, kegiatannya standard: mandiin Marcel, nyuapin Marcel, menghibur Marcel
Menjelang malam, kita keluar Hotel untuk nyobain naik MRT ke daerah Orchard.
Wuih, yang namanya Marcel, paling demen naik MRT. Dia sangat terkagum-kagum, kok bisa ada kereta di bawah tanah dan jalannya cepet. Apalagi gerbongnya terang dan belum sempat bengong, udah sampai tujuan saking cepetnya 
Sempet ada insiden di stasiun MRT. Yakni saat Mamamarcel ngambek gara-gara Ayahmarcel gak bisa menghasilkan foto yang bagus
Di Orchard kita jalan-jalan tanpa tujuan. Saat itu kita belum bawa (beli) stroller. Walhasil, Marcel pindah-pindah dari gendongan Mama ke gendongan Ayah, dan sebaliknya. Karena doi bener-bener gak mau disuruh jalan sendiri (capek kali ya?).
Dan Marcel pun tertidur saat kita lagi jalan-jalan! Waktu itu, Ayahmarcel dengan semangat lagi nunjukkin ke Marcel: “Mas..liat tuh ada mobil taksi”. Eh, si Marcel tau-tau matanya tinggal 5 watt dan “klep” langsung merem.
Lucu banget deh waktu liat momennya.
Akhirnya, kita gantian gendong Marcel, karena kita berdua gak mau kehilangan momen jalan-jalan (waktu masih menunjukkan jam 7 malam).

Sempet ke Borders, lihat-lihat buku dan beliin “Tonka: My First Puzzle Book” yang ada gambar-gambar truk buat Marcel. Lalu ke Takashimaya buat liat-liat dan cari makan malam.
Berhubung sambil gendong, kita makannya gantian dan bener-bener gak bisa nikmat. Pokoknya asal perut kemasukan makanan aja.
Saat makan malam, Marcel pun bangun dan dengan segarnya dia bisa langsung lari ke sana kemari.
Habis makan, kita ke Supermarket beli bahan-bahan makanan untuk bikin nasi tim Marcel besok pagi.
Beli daging dan wortel buat tim. Juga sushi (diskonan, karena menjelang jam 21.00). Gak ketinggalan anggur buat cemilan.
Pulangnya kita naik taxi, karena udah gempor… gak kebayang kalau musti naik MRT lagi.
Sampai hotel, seperti biasa Marcel gak bisa langsung bobo, walaupun lampu kamar udah dimatiin.
Dari luar, terdengar suara lagu-lagu India menerobos sayup-sayup ke dalam kamar… sepertinya lagi ada panggung gembira or festival gitu, di lapangan dekat Hotel.
Kita akhirnya bisa bobo. Tapi Mamamarcel kebangun malam-malam, karena tiba-tiba inget musti bikinin nasi tim buat Marcel pakai slowcooker.
Tau sendiri, masak pakai slowcooker kan butuh waktu minimal 6 jam. Jadilah, pada dini hari itu, gua ngerajang wortel dan kentang, buat bikin tim.
Oh, ya, beras dan kentang emang kita bawa sendiri dari Indonesia
Hehe.
Begitulah akhir cerita perjalanan hari pertama. Melelahkan tapi happy.
Cerita di hari kedua, lebih seru dan panjaaaaang…
Recent Comments