March 19, 2006
The D-Day dari semua kesibukan, keruwetan dan keriaan dalam satu tahun terakhir.
Diawali dengan akad nikah, lalu upacara adat Jawa dan tentu saja resepsi.
Aneh bin ajaib, saya malah merasa sangat santai saat akad nikah.
Karena akad nikah dilakukan di ruangan yg sama dengan acara resepsi di siangnya harinya, saya sempet-sempetnya ngamatin berbagai stall makanan yang tertata rapi di sana! Hmm, ada siomay, ada ribs, ada poffertjes……. bla..bla..bla.. sampai-sampai Mama melototin saya dari jauh, seakan-akan bilang: “Matanya jangan kemana-mana! Fokus di meja!”

Syukurlah, akad nikah berjalan lancar. Walaupun sempat terheran-heran dengan penghulu yang mata duitan (beneran!). Bayangin aja, masih di meja akad nikah, baruuu aja saya tandatangan surat nikah, si penghulunya dengan tanpa tedeng aling-aling langsung menembak Papa saya: “Pak, amplopnya sudah disiapin?”.
Seusai akad nikah, dilakukan upacara adat Jawa, seperti temon (pasangan pengantin saling bertemu), menginjak telur, saling mendulang, menuang beras, dan yang paling heboh adalah adik pengantin berjualan peralatan rumah tangga — yang langsung habis diserbu! Hihi, acara ini lucu banget… Para Tante-tante saya rebutan mengambil berbagai macam alat-alat rumah tangga, yang nilainya sebenarnya engga seberapa. Misalnya gayung, telenan, panci, wajan….. kebayang kaaaan???

Keriaan resepsi sempat dibuat deg-degan dengan datangnya hujan deras yang mengguyur Jakarta.
Tapi, Alhamdullilah, tamunya banyaaaak banget dan makanannya cukup.
Mungkin ini jalan dari Allah, kalau engga hujan, tamunya bakal lebih banyak lagi, dan bisa jadi makanannya engga cukup.
Allah Sungguh Maha Mengetahui.
Saudara-saudara saya datang dari jauh. Teman-teman kantor. Partner in crime saat SMA
Sahabat-sahabat kuliah. Si Ocha pun ikut nyumbang tiga lagu.
Seperti yang saya bilang di awal, bahwa saya sangat santai di hari ini.
Setelah pesta usai pun, saya masih bisa menyantap makanan di ruang VIP dengan enak (secara lapeeeeer buanget).
Beda dengan suami saya, yang tegang dari pagi, dan berlanjut sampai siangnya. Dia gak makan sedikit pun. Stres, kali ya?
Alhamdullilah, akhirnya saya bisa melalui hari-hari penting ini dengan lancar.
Dan sekarang – Marcel – sudah mau dua tahun!
Tags: wedding





One Response to “Season Finale – Our Wedding Story (Part 3)”