
Suddenly, I miss those days when we’re living in the apartment.
Saat itu kita baru nikah…
Saat itu Marcel masih dalam perut Mama…

Saat itu Mama suka makan mie bangka di deket parkiran dan Ayah suka masakin nasi goreng mawut buat Mama.
Saat itu Mama rajin minum air kelapa, suka ngemil stroberi, dan makan mangga.

Saat itu Mama suka dengerin lagu-lagu classics menjelang bobo, ditemenin ama Kak Garfield.
Saat itu Ayah suka “terusir” bobo di ruang depan TV, hehehe.
Bahkan saat itu banjir besar pun menenggelamkan Kelapa Gading dan sekitarnya.
Mama nelangsa, karena gak ada makanan, beli Aqua musti rebutan dan ketakutan kalau lampu dan air mati, padahal kamar Mama ada di lantai 21. Gimana kalau lift mati dan Mama musti turun lewat tangga?
Padahal waktu itu, umur Marcel sudah 7 bulan dalam perut Mama.
Saat banjir itu, Ayah tetap kerja dan walaupun pulangnya malam serta musti menembus banjir setinggi paha, Ayah tetap pulang karena kasian ama Mama yang terjebak sendirian di apartemen.
Saat itu, supaya bisa dievakuasi keluar dari wilayah banjir, Mama pun musti pakai sepatu bot (ala pedagang pasar Kramat Jati) dan naik truk tentara, Nak!
Sewaktu sampai di pinggir jalan Yos Sudarso, air sudah setinggi paha, jadi tetap aja airnya masuk ke dalam sepatu. Akhirnya dengan susah payah naik ke atas jalan tol, Mama sampai di mobil dan Ayah dengan sukarela, mencuci kaki Mama dengan Aqua dan Dettol.
Ayah sudah sayang Marcel… karena takut kuman dari air banjir kena ke Marcel…
Oh, ya, Mama punya videonya waktu Mama nyebrang banjir itu, karena teman Ayah yang kebetulan liputan di situ, merekam momen itu.
Nanti kalau Marcel udah besar, dilihat ya…. Lucu deh, Nak
Recent Comments