Drama Movies I Like..

7 Jan

Ini sambungan dari posting sebelumnya tentang The Greatest Movie All The Time.
Kalau sebelumnya lebih banyak ke film action, maka di list yg sekarang saya kepengen masukin film-film drama, yang menurut saya long-lasting.

The Sisterhood of Travelling Pants
Film ini lagiii? Yes, memang saya suka dengan film ini. Jadi jangan bosen ya.

Pride & Prejudice
Saya suka yg versi originalnya. Filmnya romantis dan bikin gregetan. Karena ending-nya sih bahagia, tapiiii not like you want it to be. You must see it! And you will understand what I mean :)

One Fine Day
Ya, ini film lama, jamannya saya masih kuliah. Entah kenapa film ini membekas sekali di hati. Apalagi settingannya di NY yang lagi musim hujan… So romantic!

My Best Friend’s Wedding
Ini film yg bikin saya ngakak sekaligus gemes. Soundtracknya juga keren. Dari dulu sampe sekarang, saya suka nonton film ini berulang-ulang (kalau lagi iseng).

The Nanny’s Diaries
Filmnya lebih bagus dari bukunya (menurut sayaaa.. ). Yg belum punya anak mungkin gak akan ngerti kenapa film ini dianggap bagus. Heart-touching, bikin saya menangis diam-diam.

Click
Ini filmnya Adam Sandler, tentang remote control yg sekaligus jadi mesin waktu. Funny. Sad. Made me laugh and cry at the same time.

 

(to be continued)

Tags: , , , , , ,

Hujan = Banjir + Macet

7 Jan

Hujan datang, banjir dan macet pun menghadang.

Makanya… sedia payung sebelum hujan; periksa mobil sebelum jalan.

1. Pastiin bensin dan tekanan angin ban cukup. Di Jakarta, hujan gerimis saja bisa bikin macet. Apes banget kalau kena macet dan indikator bensin udah kedap-kedip.

2. Periksa karet wiper. Karet yang mulai aus bikin wiper jadi gak optimal untuk menyapu air hujan di kaca. Akibatnya, pandangan ke depan jadi terhalang. Makin bagus kalau kaca sering dibersihkan dari jamur, sehingga selalu kinclong.

3. Jaga emosi. Jangan sok dan belagu. Yang namanya mobil, jalannya di darat, bukan amphibi. Jangan panas hati, kalau lihat mobil lain bisa dengan entengnya melewati banjir. Yang penting genangan air masih di bawah lubang knalpot. Kalau kira-kira genangan air lebih tinggi, ya jangan dipaksain… terima nasib aja untuk nunggu air surut, sambil baca doa yang banyak :)

Kalau naik mobil manual dan genangan air kayaknya masih bisa dilewati, jalanin aja dengan gigi 1 atau 2 dan konstan. Kalau mobil matik, jalankan mobil di gigi rendah.

Semoga selamat sampai di tujuan…

Note:

Pengalaman pribadi karena pernah nebeng teman dan mobilnya mogok di tengah banjir gara-gara dia panas lihat mobil kompetitor yang melewati  banjir dengan entengnya. Huahaha….

Tags: , , , , , ,

Visa to Russia… How to Get It…

5 Jan

This is my first article written in English (thanks to Google Translate!). If you find grammatical error, then blame it to Google… Haha…

I purposely applied the visa by myself  because after googling, I found out that  travel agents’s handling cost is expensive. Nah..

Please bear in mind that my reason to visit Russia is for vacation, so surely the requirement I wrote here might be different for business purpose.

Based on my experience at that time, the documents required were just as simple as these:

1. Passport (min. 6 months to the expiration date and there is a blank page for visa stamp… sure lah… )
2. Fill-out the form honestly. Better to fill-out the form that you collect at the Consulate, because the form downloaded from the website has different paper size (meaning, you have to fill it again)
3. Passport photo size 3 × 4 (1 piece only!). Affix it to the form above.
4. Proof of airline ticket booking (proof of booking only, not necessarily the confirmed/issued one)
5. Print-out the letter of invitation, which can be “ordered” through http://www.visatorussia.com/

Kind of interesting anyway, the fact that the letter of invitation can be ordered online. If you need a quick letter of invitation (request today, receive today: the cost is $ 45 per person). Simply follow the instructions wrote on the website link above, fill-out the required form and prepare your credit card to pay online. Travel plan (arrival and departure dates in Russia) is somewhat tricky, because it turns out that the date mentioned in the visa stamp will be in accordance with the date that has been registered in the letter of invitation.

When the letter of invitation and visa forms, for example: 17 September for arrival and 27 September for departure, then later in the visa stamp, will be shown that the date of our arrival and departure: 17 September and 27 September! So, we can not change the plan anymore, say for departing early on 16 Sept, or going home on 28 Sept….

To my knowledge, the visa in another country, the visa period is valid for example “three months after the date of arrival” or “not later than 2 weeks from the date of arrival”. So even if the date will be a little bit changed (still in the period in accordance with the stamped visa), it would be no problem. For example, with the itinerary as above, then usually the visa stamp will be written, i.e. visas valid for entry before 31 September or even October 17th. Well, the Russian did it differently…

Anyway, if the above documents are complete, just submitted to the Consulate (if in Jakarta, it is located next to the Russian Embassy on HR Rasuna Said street / in front of “Pasar Festival”).

The cost for normal process (max. 7 working days): a single entry USD 70, while a multiple entry USD 100 (if I’m not wrong… Hee.. ). As for the express process (1-2 days), the cost are soaring to USD 175 or so for single entry.

The rather nice thing is, the officer at the Consulate is very kind and cooperative. My visa application date is less than 7 days prior to my departure date. I thought I should take the express process. But the lady informed me to use the normal process, instead, and assured me that it would not be a problem.

After all documents are validated and we pay the fee, the Consulate will issue a receipt that shows the date of our appointment to collect the visa. At that time, the date of appointment that written on my receipt was on my departure date! But, the lady said kindly, “Just try to come a day earlier, the visa will be usually ready”.

And yes, that’s so true… When I arrived one day early, my visa was ready.

Hip Hip Hurray… We’re coming to Moscow!!

Tags: , , , , , ,

2011: My Year in Review… Bagaimana denganmu?

1 Jan

Mengingat dan mengumpulkan kembali kenangan yang terserak sepanjang tahun 2011.

Januari

Beragam berita menjadi pembuka tahun 2011… and now I believe that something always happened for a reason. Alhamdullilah…

Februari

Lagi suka banget dengan CD-nya Due Vocci. Sepanjang jalan pulang dari kantor, lagu-lagunya selalu menemani. Big decision was made.

Maret

What a lovely month! Bulan Maret selalu istimewa karena Marcel dan Ayahnya berulang tahun, juga karena ada my wedding anniversary. Di penghujung bulan ini, saya juga sempat jalan-jalan ke Bangkok with my lovely Mom and Auntie, mba Yayuk.

Di ulang tahunnya yang ke-4 tahun, Marcel dapat kado sepeda dari Eyang Meruya… Waaah, saking senangnya, bangun tidur pun yang dimainin adalah sepedanya :)

April

Di negara 4 musim, inilah saat bunga-bunga mulai bersemi. Sebagaimana saya yang memulai jalinan ‘cinta’ baru dengan kantor baru :) (lebay.com) 

Hari-hari di bulan ini dihabiskan untuk hura-hura: jalan-jalan dan makan-makan!

Mei

New office, new friends… Minggu pertama kerja, langsung “jalan-jalan” ke Bali. Begini kira-kira suasananya :)

Juni

Marcel lulus dari sekolah play group dan terpilih jadi murid terbaik di kelas :)

Di Juni ini, juga time to say bye-bye si merah… Terima kasih sudah menemani perjalanan kami selama beberapa tahun terakhir…

Juli

Marcel masuk ke sekolah baru. TK yang sama dengan TK saya waktu kecil! Bahkan, guru yang dulu pernah mengajar saya juga masih ada di sekolah ini… Bedanya sekarang beliau sudah jadi Kepala Sekolah :)

Oh, ya bulan ini Eyang Tatin berulang tahun… Syukurannya diadain di rumah baru…

Agustus

Bulan ini cukup sibuk. Ada puasa, Lebaran, 17-an (?) dan juga ulang tahun Mama dan saya.

September

Happy Birthday Papa!!

Bulan ini sepakbola lagi in. Lagu Garuda di Dadaku terus-menerus diputar di radio dan Marcel pun gak ketinggalan ikutan nonton bola di Senayan.

Oktober

Marcel udah tambah besar. Lihat…lihat…bagus kan, gambarnya? Hehe…

November

Konser pertama Marcel sejak ikutan sekolah musik. Untuk dapat tiketnya pun perjuangan, karena ternyata sold-out!

 

Desember

Mengawali bulan terakhir 2011 dengan liburan sekeluarga. Waktu yang mepet disiasati dengan beragam cara, yang penting semua senang! :)

Banyak mau, kurang waktu. Tak terasa sudah di penghujung tahun. Rasanya masih banyak keinginan yang belum sempat dilakukan. Semoga diberikan umur panjang dan kesehatan, sehingga masih bisa berkarya dan jadi orang yang lebih baik lagi di tahun depan…

2012, we’re coming….

Tags: , , , ,

Yogya yang Bersahaja

28 Oct

Kalau ada kota yang selalu bikin ‘rindu’, itu adalah Yogya.

Bukan karena Malioboro, Parangtritis atau Kaliurang. Bukan pula karena nostalgia karena dulu pernah lama tinggal di sini. Tapi, karena di kota ini masih banyak ditemukan orang-orang yang tulus dan bersahaja. Dan yang pasti, tidak materialistik.

Maaf saja… saya bukan lagi ngomongin anak kuliahan, pejabat atau warga “kelas atas” Yogya. Yang saya maksud adalah orang “kecil” yang kebanyakan kerja di sektor informal.

Si mbok penjual nasi “gudhangan” di Pasar Prawirotaman, Yogyakarta menjajakan nasinya Rp 2.500,- per bungkus. Isinya nasi, urap, dan tempe. Masih di pasar yang sama, penjual ketan lupis menjual dagangannya Rp 1.000,- per porsi. Pedagang tempe bacem menjual tempenya Rp 500,- per buah untuk sebuah tempe bacem yang besar, hangat dan enak. Penjual sego kucing di depan hotel, menjual nasinya Rp 1.000,- , isinya nasi, oseng-oseng teri/tempe dan sambel yang sangat “miroso”.  Kadang kalau mikir dari sisi materi, untung dan rugi, dengan usaha yang dikeluarkan: “ngonthel” sepeda dari desa berkilo-kilo meter sejak subuh (pastinya memasaknya lebih pagi lagi), lalu menjual dagangannya seharga segitu, kapan dia bisa kaya, ya?

Itulah pikiran sempit saya, yang ngakunya orang “kota”. Tapi, siapa yang mengira, kalau mbok Jum yang biasa jual nasi “gudhangan” itu sudah naik haji sejak bertahun-tahun lalu! Hanya dari jualan nasi “gudhangan” seharga Rp 2.500.-!

Subhanallah, rezeki dari Allah SWT memang tidak akan lari ke mana. Apa yang sudah digariskan oleh-Nya akan kita dapat, tidak dilebihkan dan tidak dikurangi.

Pada hari terakhir di Yogya pas Lebaran kemarin, juru parkir di jalan Parangtritis memberikan kembalian Rp 1.000,- saat diberikan receh Rp 2.000,-. Itu pun dengan senyum mengembang, membungkukkan badan dan ucapan terima kasih yang sungguh-sungguh, seakan-akan saya baru saja memberinya uang 1 juta……

Mungkin… buat warga Yogya itu hal yang biasa, tapi buat yang biasa tinggal di Jakarta, “hal-hal kecil dari orang kecil” seperti itu cukup menyentuh hati.

Semoga Bapak itu hidupnya diberkahi Allah SWT.

Tags: , , , , , ,

Inspirasi Penulis Indonesia

23 Sep

Mumpung ngantuknya udah hilang, habis Subuhan enaknya nulis yang rada ‘serius’ (?)

Dulu saya malas baca buku atau novel yang made in Indonesia. Saya lebih suka baca novel dari penulis luar; itupun saya suka yang versi aslinya alias tidak diterjemahkan dalam bahasa Indonesia. Buku berbahasa Indonesia yang saya beli, paling-paling hanya komik dan majalah saja. Agak beda untuk komik, justru menurut saya lebih lucu versi bahasa Indonesianya. Pernah baca Tintin? Perhatiin deh… Tintin versi Indonesia (yang masih terbitan Indira) lebih lucu daripada versi aslinya. Mana ada dalam versi aslinya, sumpah serapah Kapten Haddock macam “seribu topan badai!”, “babon bulukan!”, “setan laut!” :)

Anyway, preferensi saya terhadap buku dan novel Indonesia mulai berubah sejak terbit novel Laskar Pelangi dan sekuel-sekuelnya. Dilanjutkan dengan mulai banyaknya buku mengenai perjalanan, salah satunya seri Naked Traveler.

Saya suka tulisan mengenai perjalanan, karena dari situ saya bisa dapat informasi  tentang banyak negara di dunia langsung dari si pelaku dan dari sudut pandang orang Indonesia. Mulai dari tulisan perjalanan yang super ringan (baca: buku-buku serinya jalan-jalan hemat), tulisan lucu ala Naked Traveller, sampai ke tulisan-tulisan yang lebih serius (yang mungkin lebih cocok dimasukkan dalam kategori fiksi atau seri pengembangan diri…… ?).

Salut buat para penulis buku, yang menurut saya patut dijadikan sumber inspirasi. Tidak hanya karena tulisannya yang berbobot dan inspiratif, tapi juga bikin hati senang setelah baca bukunya!

Beberapa di antaranya:

Andrea Hirata. Tidak perlu dijelasin lagi siapa dia. Saya perlu berterima kasih khusus, karena berkat novel Laskar Pelanginya, saya jadi suka lagi dengan buku-buku dan novel berbahasa Indonesia.

Ahmad Fuadi. Penulis novel Negeri 5 Menara dan Ranah 3 Warna. Alumnus Gontor dan bekas wartawan Tempo dan VoA. Orang ini hebat banget prestasinya, antara lain penerima beasiswa Fullbright dan British Chevening. Saat membaca Negeri 5 Menara, sempat terpikir untuk memasukkan Marcel ke Gontor (yang langsung ditolak keras oleh Ayahnya, karena gak mau pisah jauh… Hehe… Emaknya juga gak mau pisah, ding..  ).

Habiburrahman El Shirazy. Penulis novel Ayat-Ayat Cinta dan novel-novel lainnya… maaf tidak hafal, karena yang paling suka hanya novel Ayat-Ayat Cinta saja.

Muhammad Assad. Penulis buku Notes from Qatar. Usianya mungkin masih 23 tahun, tapi pengetahuan tentang agama dan buah pikirannya luar biasa.  Ganteng dan (kayaknya masih single). Could be Indonesia future leader! Moga-moga kalau nanti jadi pemimpin, idealismenya tetap seperti sekarang….

Trinity. Yang suka buku-buku travelling pasti tidak asing dengan nama ini. Boleh dibilang, doi adalah pioneer penulisan buku- buku travelling di Indonesia (hmmm, bener gak ya?). Tulisannya berdasarkan pengalaman pribadi: lucu dan lugas. Gara-gara buku Trinity, saya jadi tahu ada negara pulau bernama Palau yang manusianya gigantic dan kehidupannya komikal banget.

Amelia Masniari alias Miss Jinjing. Penulis seri Belanja Sampai Mati, Rumpi Sampai Pagi, Pantang Mati Gaya dan beberapa buku lainnya. Gaya penulisannya perempuan banget dan lumayan kocak buat tahu potret gaya hidup ibu-ibu the haves Indonesia. Eh, ternyata si Miss Jinjing dan Trinity itu ada hubungan keluarga lho… *penting, gak?*

Claudia Kaunang. Penulis buku seri jalan-jalan hemat. Yang menarik adalah idenya. Dulu siapa terpikir kalau buku berisi tips jalan-jalan bisa laris di pasaran? Dan kalau gak salah, sejak jadi penulis laris, dia pun sekarang mulai bikin tur jalan-jalan ala backpacking. Well, menarik kan… peluang bisnis muncul dari buku.

Agustinus Wibowo. Petualang yang juga penulis. Bukunya: Selimut Debu dan Garis Batas, wajib dibaca oleh penggemar travel writing sejati. Dari mana bisa tahu kehidupan di Afganistan kalau gak baca buku ini (dan buku Kite Runner.. tapi itu kan novel terjemahan!). Mengutip komentar yang bersangkutan dalam blog-nya http://avgustin.net/blog/ :  “…destinasi itu bukan segala-galanya. Perjalanan pada hakikatnya bukan lagi mencari eksotisme, tetapi proses untuk belajar, dan kita sebenarnya bisa belajar di mana saja. It’s not about the destination, it’s about the journey. Jadi destinasi mana pun adalah istimewa, bahkan kampung halaman sendiri yang sudah begitu Anda kenal”. Nah…

Sekarang, kalau dilihat-lihat koleksi buku dan novel saya mulai berimbang antara yang asli Indonesia dengan buku dan novel impor. Untuk itu, rasanya saya perlu berterima kasih kepada penulis-penulis di atas, karena sudah berhasil membuat saya kembali membeli buku-buku buatan penulis Indonesia!

Btw, adakah penulis-penulis generasi baru Indonesia lain yang layak untuk diapresiasi lagi?


Tags: , , , ,

Koleksi Mobilku

21 Sep

Ini dia koleksi “mobil”-nya Marcel…

Yang berhasil “ditemukan” dan “diselamatkan” dari koleksi mobil-mobilan Marcel yang selama ini berserak ada 144 buah. Seandainya digabung dengan yang ada di rumah Eyang Meruya, atau yang rusak (copot rodanya) dan nyelip entah di mana, mungkin bisa 200-an buah…..

Herannya, si Marcel hapal banget satu-persatu merek koleksi mobilnya….

Favoritnya adalah merek Jepang: Nissan Skyline, Mitsubishi Lancer Evo, Mazda RX8 dan Subaru Impreza. Brand Eropa favoritnya Ferrari. Untuk mobil Amrik, Marcel suka Ford Shelby dan Dodge.

Menurut Marcel, mobil itu keren atau engga dilihat dari velg-nya dan bodi belakang alias rear spoilernya. Gak heran, kalau saat milih mau beli mobil (mainan), Marcel bakal lamaaa banget merhatiin velg dan rear spoiler mobil itu.

Yang pasti kesukaan dia adalah sedan.

Pernah suatu ketika Eyangnya pergi keluar kota dan berniat beliin oleh-oleh Marcel mobil-mobilan. Eyangnya pikir koleksi mobil Marcel sedan semua, karena itu si Eyang kreatif beliin Marcel mobil-mobilan berbentuk SUV. Alhasil saat dikasih ke Marcel, reaksinya adem-ayem aja. Bahkan tuh mobil gak pernah dimainin dan sekarang entah di mana (maaf ya Yang… ).

Tags: , ,

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.